{"id":928,"date":"2022-12-28T09:24:23","date_gmt":"2022-12-28T09:24:23","guid":{"rendered":"https:\/\/berita-baik.org\/?page_id=928"},"modified":"2022-12-31T07:56:08","modified_gmt":"2022-12-31T07:56:08","slug":"services","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/berita-baik.org\/?page_id=928","title":{"rendered":"Langkah Iman"},"content":{"rendered":"\n\n\n<h2>iman mendahului pengetahuan<br><\/h2>\n\n\n\n\nTuhan menyatakan dan manusia mengakuinya<br>\n<p>Tuhan yang Maha Besar, Pencipta Langit dan Bumi tidak mungkin harus membuktikan&nbsp; bahwa IA adalah Maha Besar dan Pencipta. IA cukup menyatakan dan tanggapan manusia adalah mengakuinya.<\/p>\n<p>Tetapi Tuhan juga tahu bahwa manusia tidak mampu , itu sebabnya IA memberikan banyak saksi, pernyataan dan membuka diri-Nya untuk dipertanyakan. Tentu saja, IA memiliki hak untuk menjawab atau tidak. Tetapi manusia yang sadar (dan mengakui) bahwa Tuhan pada dasarnya baik akan terus berusaha mengenal Tuhan.<br><\/p>\n\n\n<p>Pengikut Kristus ada dimana-mana. Mereka umumnya mau dan berkenan \nbercerita bagaimana mereka &#8220;berpindah&#8221; dari iman lama mereka dan menjadi\n pengikut. Juga apa yang terjadi setelah mereka mengakui Kristus dalam \nhidup mereka.<\/p>\n<p>Tuhan menyatakan Siapa Diri-Nya dengan berbagai cara, konteks dan \nkisah hidup. Tetapi paling jelas ada di dalam Alkitab. IA menyatakan \ndirinya dalam bahasa manusia, bahkan Bahasa Indonesia yang dimengerti \nWarga Indonesia. Tuhan mana yang begitu membuka diri-Nya?Tetapi \nIA juga Tuhan yang menutup diri, IA ingin kita menggali, bergumul dengan\n pernyataan-pernyataan-Nya karena setiap firman-Nya ada kaitannya dengan\n hidup kita, manusia ciptaan-Nya.<\/p>\n\n\n<p>Tuhan adalah Pribadi. Pribadi yang berkehendak untuk berelasi dengan manusia.<\/p><p>Bertanya jawab adalah salah satu ciri insan yang berelasi. Begitu juga Tuhan. <br><\/p><p>Bertanyalah kepada Tuhan. Langsung. Dan tunggu Dia menjawab. Cara-Nya menjawab juga jangan didikte karena IA pribadi, memiliki kehendak, keputusan dan pertimbangan sendiri. Terlebih IA juga berdaulat. Siapa kita, jika pertanyaan kita dijawab-Nya? Itu hanya belas kasihan-Nya semata.<br><\/p>\n<p>Akui dan mintalah untuk jadi Pengikut Kristus. IA berkata, &#8220;Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.&#8221;<br><\/p>\n\n\n\n\nApa selanjutnya?<br>\nDatanglah pada gereja terdekat dengan tempat tinggal-mu. Cari pimpinan gereja tersebut dan ceritakan apa yang terjadi.<br>\nTentu saja tidak serta merta langsung diterima sebagai jemaat. Ada prosesnya, setiap gereja berbeda-beda.\n<p>Gereja umumnya akan memberikan pembekalan atau pendampingan dan meneguhkan iman yang baru lahir.<\/p>\n\n\nKelas Katekisasi<br>\nPada beberapa gereja, akan diminta untuk hadir disetiap kebaktian \nselama 3 bulan. Kemudian ikut kelas katekisasi agar mengerti Pengakuan \nIman yang dianut oleh gereja tersebut.\n<p>Selesai kelas tersebut, maka akan ditanyakan, apakah sudah jelas Pengakuan Iman tersebut? Apakah setuju dengan Pengakuan Iman tersebut? Jika Ya, maka jadi anggota gereja tersebut. Jika Tidak, maka silakan meninggalkan gereja tersebut.<\/p>\n<p>Apabila kita menyatakan Ya, maka kita akan diteguhkan, peneguhan iman ini namanya Sidi. Jika kita belum dibaptiskan, maka pada saat yang sama juga akan dibaptis.<br><\/p>\n\n\nBaptis<br>\nPembaptisan adalah tanda bagi diri dan juga bagi jemaat bahwa diri sudah mengakui dengan sadar untuk menjadi Pengikut Kristus dan ingin menyatakannya di depan Jemaat.\n<p>Baptisan bukan tanda sejati Pengikut Kristus. Tanda sejati ada dalam kerohanian diri sendiri karena roh kita dan Roh Kudus yang sudah tinggal di dalam kita akan bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah. Pengikut Kristus.<br><\/p>\n\n\n\n\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"class_list":["post-928","page","type-page","status-publish","hentry"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/berita-baik.org\/?author=1"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":null,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/berita-baik.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/berita-baik.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/berita-baik.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/berita-baik.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/berita-baik.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=928"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/berita-baik.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":990,"href":"https:\/\/berita-baik.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/928\/revisions\/990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/berita-baik.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}